LABUHANBATU, Bataskota.id – Peredaran narkoba yang belakangan ini menjadi sorotan hingga diperbincangkan sejumlah warga di Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu marak dan mengkhawatirkan. Sosok pria berinisial AS alias Akhyar Sirait kini diketahui mulai berperan di lapangan diduga guna kelancaran bisnis haram yang seutuhnya masih kendali bandar besar RB alias Ruben.
Dimana, adanya dugaan bebasnya transaksi sabu sehingga sangat mudah didapatkan oleh berbagai kalangan usia orang tua, dewasa bahkan anak dibawah umur mulai terjerumus. Dugaan peredaran narkoba ini sebelumnya dikendalikan oleh RB, namun kini berubah yakni AS alias Akhyar Sirait diperankan sebagai aktor lapangan. Modus atau pola ini bertujuan demi lancarnya bisnis narkoba RB
Salah seorang warga inisial MK (28 Th) yang bertempat tinggal di Kecamatan Panai Tengah kepada wartawan, Sabtu (09/05/2026) menyampaikan informasi bahwa masih maraknya peredaran sabu di wilayahnya.
“Masih marak sabu-sabu bang kalau disini. Bandarnya tidak dapat disentuh” ucapnya.
Kemudian, kata warga, bisnis narkoba diduga atas peran AS yang mengikuti perintah RB. Jaringan peredaran sabu ini tersebar yakni diantaranya A alias Bawor di Dusun Sei Rambe, kemudian inisial N berada di Warung Geprek Juminten, lalu ada RU berlokasi di Dusun 8 Bulu Tolang, N di Dusun 8 Bulu Tolang bahkan hingga Dusun Malindo yaitu AS yang gantikan peran RB.
“Itu semua di lapangan dikontrol AS bang, namun RB tidak berhenti. Tapi sekarang dia tidak tampil seperti dulu karena itu cara supaya bisnisnya lancar terus bang” kata warga.
Masyarakat yang ada Kecamatan Panai Tengah sangat menaruh harapan besar kepada penegak hukum khususnya Kapolsek Panai Tengah dan Kapolres Labuhanbatu bahkan hingga Kapolda Sumatera Utara untuk menindak tegas jaringan peredaran narkoba yang ada di Kecamatan Panai Tengah atas kendali AS serta RB
Sementara itu, Kapolsek Panai Tengah AKP Amlan ketika dikonfirmasi Bataskota.id pada, Sabtu (09/05/2026) mengucapkan, terimakasih atas informasi yang diberikan dan akan melakukan penyelidikan mendalam.
“Terimakasih informasinya, kami sedang melakukan penyelidikan terkait informasi ini pak” jawabnya melalui pesan WhatsApp












