Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Hukum dan Kriminal

OPS Antik Toba 2026,  Polres Labuhanbatu Sikat 96 Tersangka dari 81 Laporan Polisi

×

OPS Antik Toba 2026,  Polres Labuhanbatu Sikat 96 Tersangka dari 81 Laporan Polisi

Sebarkan artikel ini

LABUHANBATU, Bataskota.id – Polres Labuhanbatu Polda Sumatera Utara (Sumut)  menunjukkan komitmen dalam memberantas peredaran narkotika. Melalui Operasi Antik Toba  yang digelar selama 21 hari kurun waktu 13 Mei sampai 2 Juni 2026, Satuan Reserse Narkoba dibawah  kepemimpinan AKP Hardiyanto,  sukses besar memetakan dan meringkus puluhan jaringan pengedar.

Keberhasilan luar biasa ini dipaparkan dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Wakapolres Labuhanbatu, Kompol. Panggil Sarianto Simbolon, S.H. mewakili Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., didampingi langsung oleh Kasat Narkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H., di Aula Yan Piter Polres Labuhanbatu, Rabu (03/06)

banner 325x300

Dalam keterangannya, Wakapolres Labuhanbatu, Kompol. Panggil Sarianto Simbolon, S.H., memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan dan ketegasan Kasat Narkoba beserta seluruh personel yang militan di lapangan.

“Mewakili Bapak Kapolres, kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kasat Narkoba AKP Hardiyanto seluruh jajaran Satres Narkoba. Kinerja mereka dalam operasi ini sangat progresif dan tidak main-main. Hasil sitaan dan jumlah tersangka yang diamankan menunjukkan komitmen total kita dalam menyikat habis jaringan narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa,” tegas Wakapolres Labuhanbatu di hadapan awak media.

Ketegasan AKP Hardiyanto dalam menakhodai Satres Narkoba terbukti lewat angka penindakan yang mendominasi. Dari total 81 Laporan Polisi (LP) dengan 96 tersangka yang berhasil diungkap secara keseluruhan, Sat Narkoba sendiri berhasil melumpuhkan 44 LP dengan 55 tersangka. Sementara 9 Polsek jajaran berkontribusi mengungkap 37 LP dengan 43 tersangka.

Dalam kesempatan yang sama,  Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto, menyampaikan, bahwa statistik mencolok mengenai lonjakan drastis barang bukti dibandingkan dengan Ops Antik Toba tahun 2025.

“Tahun 2026, dengan melakukan pemetaan di berbagai titik rawan sehingga terjadi peningkatan sitaan sabu yang sangat signifikan, dari 274,6 gram di tahun 2025 melonjak menjadi 1.354,48 gram (1,3 Kilogram) di tahun 2026, atau meroket 393,26%,” ucap AKP Hardiyanto secara rinci.

Lebih lanjut, perwira balok tiga ini menambahkan bahwa jika pada tahun lalu Satres Narkoba Polres Labuhanbatu tanapa hasil sitaan ganja, kali ini Polres Labuhanbatu berhasil mengamankan 4.504 gram ganja, 35 butir pil ekstasi dan 5 butir pil Happy Five (H-5).

Selain narkotika, aset operasional para pelaku yang disita meliputi uang tunai sebesar Rp 11.429.000,-, 30 unit sepeda motor, 46 unit handphone, 5 unit timbangan elektrik, dan 1 unit mobil.

Penyelamatan Belasan Ribu Jiwa dan Gempuran di Wilayah Pesisir

Strategi yang diterapkan AKP Hardiyanto juga menyasar wilayah pesisir dengan menggerakkan Polsek Daerah Pantai (Panai Hilir, Panai Tengah, Bilah Hilir, dan Kualuh Leidong) hingga total menyumbang penindakan sebanyak 14 LP dan 17 tersangka.

Melalui keberhasilan penyitaan barang bukti berkat kejelian personel di lapangan ini, Polres Labuhanbatu berhasil menyelamatkan sedikitnya 13.545 jiwa dari ketergantungan narkoba jenis sabu dan 4.504 jiwa dari penyalahgunaan ganja.

Menutup konferensi pers, Wakapolres bersama Kasat Narkoba AKP Hardiyanto kembali memperingatkan dengan keras kepada seluruh jaringan pengedar agar tidak mencoba-coba bermain di wilayah mereka. 

“Operasi Antik 2026 boleh berakhir, namun pengejaran terhadap bandar dan pengedar narkoba di wilayah Labuhanbatu tidak akan pernah berhenti. Kami akan terus memburu mereka,” tutup AKP Hardiyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *