BatasKota.id – Perjalanan dakwah kerap kali bukan hanya soal jarak yang ditempuh, tetapi juga tentang kesabaran yang diuji di setiap langkah. Hal inilah yang dialami oleh Ustaz Das’ad Latif saat memenuhi undangan tabligh akbar di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Pada Jumat, 14 Februari 2026, Ustaz Das’ad Latif dijadwalkan terbang menggunakan maskapai Super Air Jet (Lion Group) dengan nomor penerbangan IU-580.
Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 13.40 WIB dengan tujuan Bandara Kalimarau, Berau, dan dijadwalkan transit di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Sepinggan), Balikpapan.
Namun, rencana perjalanan tersebut tidak berjalan sesuai jadwal. Pesawat mengalami penundaan yang awalnya diinformasikan singkat, tetapi kemudian berlarut hingga kurang lebih empat jam. Para penumpang, termasuk Ustaz Das’ad Latif beserta tim, harus menunggu cukup lama tanpa kepastian waktu keberangkatan yang jelas.
Kondisi tersebut mendorong Ustaz Das’ad Latif menyampaikan kekecewaannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dasadlatif1212. Dalam unggahan tersebut, ia menyoroti keterlambatan penerbangan yang dinilai sering terjadi.
“Penerbangan saya tertunda berjam-jam, tanpa alasan jelas, dan sering mengalami ini,” tulisnya.
Ia juga menyinggung pelayanan maskapai Lion Group yang menurutnya masih perlu banyak pembenahan, khususnya dalam hal tanggung jawab kepada konsumen.
“Apakah anda pernah mengalami hal serupa oleh perusahaan penerbangan Lion Group? Konsumen sering ditelantarkan hanya dengan kompensasi kalimat, mohon maaf atas keterlambatan ini,” lanjutnya.
Setelah penantian panjang, pesawat akhirnya kembali melanjutkan perjalanan. Akibat keterlambatan tersebut, waktu kedatangan yang semula dijadwalkan pukul 19.30 WITA pun molor cukup jauh. Ustaz Das’ad Latif bersama rombongan baru tiba di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau, pada pukul 23.32 WITA.
Rasa lelah tak terelakkan setelah perjalanan panjang yang menguras fisik dan pikiran. Namun, keletihan itu seketika sirna ketika melihat sambutan hangat masyarakat Berau.
Kedatangan Ustaz Das’ad Latif ke Bumi Batiwakkal merupakan bagian dari kegiatan Tabligh Akbar yang digelar oleh PT Berau Coal di Lapangan Pemuda, Kabupaten Berau. Meski waktu telah menunjukkan larut malam, ribuan jemaah tetap setia menanti.
Tidak sedikit pun mereka beranjak, menunggu kehadiran sang dai yang dikenal dengan gaya dakwahnya yang lugas dan penuh humor tersebut.
Pemandangan lautan jemaah yang bertahan hingga tengah malam itu menjadi penguat tersendiri bagi Ustaz Das’ad Latif. Kesabaran yang diuji sepanjang perjalanan terbayar oleh antusiasme dan kesetiaan umat yang haus akan nasihat dan pencerahan rohani.
Di momen itulah makna dakwah terasa begitu nyata. Bukan semata tentang ceramah di atas mimbar, tetapi tentang keteguhan hati, pengorbanan waktu, dan kesabaran—baik dari seorang dai yang terus melangkah di jalan dakwah, maupun dari umat yang dengan penuh keikhlasan menanti datangnya ilmu.
(Red_Tim Media UDL)














