Jakarta, Bataskota.id – Upaya menyiapkan generasi Industri hijau terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari GEM Co., Ltd. yang kembali membuka Program Beasiswa Kerja Sama Indonesia–Tiongkok Bidang Metalurgi dan Perdagangan Internasional di Central South University (CSU) Program Master 2026 bagi generasi muda Indonesia.
Program yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Central South University (CSU), dan GEM tersebut hadir untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga ahli pada sektor hilirisasi mineral, manufaktur berteknologi tinggi, energi baru, serta perdagangan internasional.
Langkah itu hadir seiring berkembangnya industri pengolahan mineral dan rantai pasok global yang membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi internasional.
Selain itu, kebutuhan terhadap talenta yang menguasai teknologi, rekayasa material, ekonomi, dan perdagangan internasional juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui program tersebut, GEM berupaya memperluas akses pendidikan internasional bagi mahasiswa Indonesia sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi perubahan industri global.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang material energi baru, daur ulang sumber daya, dan ekonomi sirkular, GEM menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.
Assistant R&D Engineer GEM-ITB-CSU Joint Research Laboratory, Annisya Putri, menegaskan pentingnya investasi pada pengembangan talenta Indonesia.
“Pengembangan talenta merupakan investasi jangka panjang yang menentukan daya saing suatu bangsa. Melalui program ini, kami berharap dapat membantu mencetak generasi profesional Indonesia yang memiliki kompetensi internasional, pemahaman teknologi mutakhir, serta kemampuan untuk berkontribusi pada pembangunan industri nasional,” ujar Annisya Putri, Selasa (2/6/2026).
Menyiapkan Generasi Industri Hijau, Menjawab Kebutuhan Masa Depan
Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memperkuat daya saing industri nasional. Oleh karena itu, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis dan wawasan global semakin mendesak.
Dalam konteks tersebut, program beasiswa ini dirancang untuk mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus mempercepat pengembangan talenta unggul.
Tidak hanya memberikan kesempatan belajar di luar negeri, program ini juga membuka akses terhadap pengalaman industri yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Melalui skema pendidikan yang terintegrasi, peserta akan memperoleh kombinasi antara pengetahuan akademik, pengalaman internasional, dan pemahaman industri secara langsung.
Karena alasan itulah, program ini dinilai mampu berkontribusi dalam menyiapkan generasi Industri hijau yang siap menghadapi tantangan transformasi ekonomi global.
Di sisi lain, perkembangan industri baterai kendaraan listrik, energi bersih, dan pengolahan mineral membutuhkan semakin banyak tenaga profesional dengan kompetensi multidisiplin. Kondisi tersebut mendorong perlunya kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Melalui kemitraan ini, mahasiswa Indonesia berkesempatan mempelajari teknologi terkini sekaligus memahami dinamika industri global yang terus berubah.
Tujuh Tahun Mengembangkan Talenta Indonesia, Program beasiswa GEM bukanlah inisiatif baru
Sejak 2019, perusahaan tersebut secara konsisten menjalankan Program Pelatihan Gabungan Indonesia–Tiongkok untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Selama tujuh tahun terakhir, program tersebut telah membina 263 mahasiswa magister dan tiga mahasiswa doktoral. Para peserta berasal dari 96 perguruan tinggi dan mewakili 31 dari 38 provinsi di Indonesia. Jumlah penerima manfaat juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada angkatan pertama tahun 2019, program ini hanya melibatkan 20 mahasiswa. Namun, pada 2025 jumlah peserta telah berkembang menjadi lebih dari 260 mahasiswa.
Banyak awardee berasal dari berbagai kampus terkemuka nasional, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Pencapaian tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa Indonesia terhadap program pendidikan internasional yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
Lebih jauh lagi, keberhasilan program itu memperlihatkan bahwa investasi pada sumber daya manusia dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan nasional.
Menyiapkan Generasi Industri Hijau: Kesempatan Belajar dan Magang di Tiongkok
Melalui program tahun 2026, peserta akan menempuh pendidikan magister di Central South University, salah satu universitas terkemuka di Tiongkok.
Kampus tersebut memiliki reputasi internasional dalam bidang metalurgi, teknik material, pertambangan, dan rekayasa industri.
Terdapat dua bidang studi yang tersedia bagi peserta. Pertama, Materials and Chemicals pada School of Metallurgy and Environment. Kedua, Applied Economics – International Economics and Trade.
Kedua program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri modern yang membutuhkan kombinasi penguasaan teknologi, kemampuan analisis ekonomi, dan pemahaman perdagangan global.
Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa juga akan menjalani Mandarin Camp selama kurang lebih tiga bulan sebelum memulai program magister.
Program tersebut membantu peserta mempelajari bahasa Mandarin secara sistematis. Pada saat yang sama, mahasiswa juga dapat memahami budaya serta lingkungan akademik di Tiongkok.
Dengan demikian, peserta memiliki kesiapan yang lebih baik untuk mengikuti perkuliahan maupun kegiatan industri.
Tidak berhenti di situ, mahasiswa juga akan memperoleh kesempatan mengikuti program magang selama satu tahun di berbagai perusahaan dalam jaringan GEM Group. Beberapa lokasi magang mencakup PT QMB New Energy Materials dan International Green Industrial Park (IGIP).
Melalui pengalaman tersebut, peserta dapat memahami praktik industri secara langsung. Mereka juga dapat mempelajari inovasi teknologi, pengelolaan rantai pasok global, dan penerapan teknologi pengolahan mineral dalam skala industri.
Karena itu, program ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Industri hijau yang mampu menjawab kebutuhan sektor strategis nasional.
Perkuat Kerja Sama Indonesia dan Tiongkok
Kolaborasi antara LPDP, CSU, dan GEM juga memperlihatkan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Tiongkok dalam bidang pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia.
Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian gelar akademik. Sebaliknya, program ini juga mendorong transfer pengetahuan, penguatan jejaring internasional, dan peningkatan kapasitas industri.
Di samping itu, peserta akan memperoleh pengalaman lintas budaya yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja global saat ini.
Selama masa studi, penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan pendanaan yang mencakup biaya pendidikan, biaya pendaftaran, biaya hidup bulanan, tunjangan buku, asuransi kesehatan, biaya penelitian tesis, serta dukungan seminar dan publikasi ilmiah internasional.
Berbagai fasilitas tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa fokus menyelesaikan studi dan mengembangkan kompetensi profesional.
Sementara itu, program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan akademik dan administrasi.
Untuk bidang metalurgi dan material, program ditujukan bagi lulusan teknik dan sains yang relevan.
Adapun program perdagangan internasional terbuka bagi lulusan ekonomi, manajemen, teknik, maupun disiplin ilmu lain yang memiliki kemampuan kuantitatif memadai.
Pendaftaran Beasiswa Kerja Sama Indonesia–Tiongkok Bidang Metalurgi dan Perdagangan Internasional di CSU Program Master 2026 dibuka hingga 30 Juni 2026 melalui sistem pendaftaran LPDP.
Melalui program tersebut, GEM berharap dapat terus berkontribusi dalam melahirkan pemimpin, peneliti, insinyur, dan profesional Indonesia yang mampu mendukung hilirisasi nasional, pengembangan industri baterai kendaraan listrik, serta transformasi ekonomi berkelanjutan.
Pada akhirnya, upaya menyiapkan generasi Industri hijau tidak hanya membutuhkan investasi teknologi, tetapi juga investasi pada manusia yang akan menjadi penggerak utama pembangunan Indonesia pada masa depan. (G)












